[Cerita Balita Islami] Senangnya Sholat Subuh!!

Jam empat dini hari. Suara zikir dan murotal sudah mulai terdengar dari mesjid-mesjid terdekat dari rumah Enneh dan Ngking. Pertanda waktu subuh sebentar lagi tiba.

Ibu, Ayah sudah sejak tadi bangun. Sedangkan Alma, Tiara dan Dzaky masih terlelap. Kemarin seharian mereka bermain sepuasnya dengan para sepupunya yang juga menginap di rumah ini. Maklumlah sedang liburan akhir pekan.

“Sayang, selamat pagi.” Suara Ibu begitu lembut merayu Alma yang pulas. Tangan Ibu sedikit demi sedikit menggoyang-goyangkan tubuh mungil itu.

“Sayang, dengar suara Ibu? Sebentar lagi subuh, jadi ikut sholat subuh kan?” Ibu terus istiqomah membangunkan Alma. Di samping Ibu, duduk Ayah yang juga tengah berusaha membangunkan Tiara. Dik Dzaky sudah senyum-senyum di tempat tidur. Dia memang selalu bangun sebelum subuh. Hebat ya!

“Sayang, kita berjamaah lagi di mushola Ngking yuk.”

“Uuh…uuuh.” Alma mulai melenguh. Matanya mengerjap-ngerjap. Pikirannya masih melayang-layang. Plek! Lalu tertidur lagi.

Hihihi, Ibu tertawa kecil melihat geliatan Alma yang berakhir dengan tertidur lagi.

“Cantik, sholeha. Hayu, kita minum teh hangat di bawah yuk.” Ibu membelai rambut putri sulungnya ini.

“Uuh…” Alma mulai menggeliat lagi.

Sedikit lagi usaha Ibu. “Sayang, teh yang akan Ibu sedu itu wangi sekali loh. Haruuum lagi. Ditambah gula, mmm nyummy.”

Tiba-tiba seulas senyum terkembang di bibir Alma. “Hehe, enaakk.” Tanpa sadar dia mengeluarkan ucapan pertamanya.

Ayah dan Ibu saling memukulkan telapak tangan. TOS! Berhasil.

Lalu, melihat reaksi Alma yang mulai bangun, Ibu menuntun Alma untuk membacakan doa bangun tidur.

artinya:
Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami selepas mematikan kami dan kepadaNya kami akan kembali.

Alma mengamini…

Berikutnya tugas Ayah. Membangunkan Tiara bukanlah perkara mudah. Ia memang suka sekali tidur. Sungguh lelap, dan tidak tega rasanya untuk membangunkan.

Tetapi sama halnya seperti cara Ibu membangunkan Alma, Ayah pun memancing Tiara dengan kata-kata yang menyenangkan hati.

“Tia…sebentar lagi subuh.”

Tidak ada reaksi. Ayah mengelus-elus punggung Tiara.

Tiba-tiba Ayah teringat sesuatu. “Sayang, hari ini kita mau berenang. Tiara ikut?”

Kepala Tiara mengangguk-angguk. Hehehe, Ayah terkekeh melihat reaksi putri tengahnya ini.

“Coba sekali lagi, Yah.” Kali ini Alma memberi saran.

Ayah mengangguk. “Sebelum pergi, kita bangun, sholat subuh dan minum teh hangat manis dan roti bakar buatan Ibu ya.”

“Iyaa…” Kali ini terdengar suara dari bibir mungilnya. Padahal matanya masih erat terpicing.

“Hihihi. Lucu banget sih!” Alma terkekeh melihat adiknya.

“Sama seperti dirimu.” Ibu mencolek pipinya. Alma menggeliat manja.

“Yang masukin gula ke teh hangatnya siapa nih? Ayah, Ibu atau Kakak?” tanya Ayah sambil membisikkan ke telinga Tiara.

“Ti-a-ra…”

Tetapi mata Tiara beluum juga terbuka. Hmm, bagaimana lagi ya caranya? Oh iya, Ayah sepertinya teringat sesuatu.

“Tiara, kalau belum bangun juga, nanti teh hangat dan roti bakarnya dicaplok ayam loooh.”

Horee, setelah itu Tiara benar-benar bangun dan Ayah pun membacakan doa bangun tidur.

Ayah, Ibu, dan kami semua sholat berjamaah bersama Enneh dan Ngking di mushola.

Setelah selesai, Ibu menuliskan kebaikan kami pagi itu. Lalu, masing-masing memilih stiker kesukaannya untuk ditempelkan di bagian kebaikan masing-masing.

Ibadah subuh telah usai. Gerakan sholat membuat badan kami jadi segar. Kami bertiga duduk rapi di depan tivi. Sebagai hadiah bisa bangun pagi, kami menonton tayangan favorit yaitu Dora The Explorer. Ibu membawakan tiga gelas teh hangat yang manis, dan roti bakar yang enak.

Hmm…senangnya bangun pagi. Hati senang sudah sholat, badan segar dan roti kami tidak dicaplok ayam! Hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s