Novel Anak-3 “Dion dan Keajaiban di Celemek Momy”

Bab-3. Gambarku Yang Terbuang…Oh!

Dion pulang dari sekolahnya dengan baju penuh kotoran.

“Assalamu’alaykum, Sayang.” Momy membuka pintu rumah.

“Iya Momy.” Dion mencium Momy yang bercelemek.

“Ya ampun, bajumu. ” Momy menghentikan ucapannya segera. Ini bukan pertama kali Momy menemukan baju Dion penuh kotoran. Ya debu, ya lumpur. Entah itu saus kecap, atau coretan spidol. Kali ini tampaknya, Dion telah bermain bola di kubangan lumpur kesukaannya.

Dion melangkah ke dalam rumah. Tapi…

“Eit. Sayang, apa anak Momy lupa sesuatu?”

“Hmm…apa ya?” Dion bingung. Celingak-celinguk. Tas sekolah ada di punggungnya. “Apa, My?”

Momy tersenyum lalu menunjuk ke arah kakinya. Namun, mata Momy langsung membulat.

“He-he, iya ya.” Dion tersenyum malu. Lalu membuka sepasang sepatunya yang berbeda warna. Bagian alas sepatu ini tebal oleh lumpur yang mengering.

“Hi-hi-hi.” Dion tergelak melihat ekspresi Momy yang kaget melihat warna sepatunya pagi ini.

“Jangan lupa ganti baju dulu ya, Nak. Setelah itu makan siang dan istirahat. Momy ingin mengajak kamu jalan-jalan sore ini. Berdua saja!” Momy mengelus pundak Dion dengan penuh rasa sayang.

“Ok, Mom.” Dion tampak bersemangat. Jalan-jalan berdua Momy baginya hal yang menyenangkan.

Dion membungkuk. Tali sepatu sebelah kanan sudah terlepas. Lalu ditariknya sepatu itu dari tumit menuju bagian depan. Satu sepatu dimasukkannya ke boks berbentuk kotak yang diletakkan Momy di sebelah rak sepatu tertutup. Biasanya, setiap hari Momy akan mengecek apakah ada sepatu yang kotor. Tugas Bi Tati mencucinya.

Momy memang paling senang bebersih. Semua yang ada di rumah ini sangat rapi, dan sungguh menyenangkan melihatnya. Tapi lucunya, Dion tidak pernah bisa bersih!

Tiba-tiba suara telepon berdering. Dengan sigap Dion masuk lalu menutup pintu depan. Menarik slot pintu dan memutar kuncinya. Itu yang Momy ajarkan berulang kali. Dion paling senang diberi Momy kepercayaan seperti itu.

Dion mengambil telepon, ternyata dari Dady. Setelah itu dia masuk ke kamar dan meletakkan tas sekolahnya.

“Loh, ini kan kertas karton dari Bu Nina.” Dion mengerutkan keningnya. Dia baru sadar ada gulungan kertas karton yang diikatkan ke salah satu ujung tasnya.

“Oh iya  ya!” Ia tersenyum. Lalu mulai melakukan sesuatu.

Sementara itu Momy sedang asyik melipat mukena setelah selesai sholat. Setelah itu Momy beristirahat di tempat tidur yang nyaman. Ada beberapa lembar koran tertumpuk di sebelah bantal Momy. Sepertinya Momy akan membacanya.

Lembar demi lembar di buka Momy. Sesekali menguap, lalu tertidur…

Jarum jam sudah menunjukkan angka tiga lewat empat puluh lima menit ketika tiba-tiba saja Momy terbangun.

“Oalah. Kok Ibu ketiduran gini ya?”

Momy tergopoh-gopoh bangun. Dari luar terdengar suara hujan.

“Dioon.” Tangan Momy membuka gerendel pintu kamar putra semata wayangnya. Suaranya memanggil nama Dion lirih.

Begitu kamar terbuka, ternyata Momy menemukan pemandangan yang mengagetkan. Lagi!

Dion terbaring pulas di atas tempat tidurnya. Baju seragamnya yang super kotor masih melekat di tubuhnya. Lalu…hi-hi-hi, sepatu Dion masih lengket di kakinya! Ternyata tadi Dion hanya membukanya sebelah.

Momy benar-benar tak habis pikir. Dion sudah kelas 4, tapi tetap saja sulit mengingat apa saja yang harus dilakukannya.

“Dion…bangun, Nak. Sudah makan belum?” Momy menciumi wajah Dion yang memang ganteng.

Dion diam saja. Tak bergerak. Momy tertawa kecil melihat wajah Dion yang sangat bersih dan tenang.

“Eh apa ini?” Momy melihat ada sebuah kertas di bawah badan Dion.

“Hmm…pasti dia main coret-coret lagi.” Kertas itu ditarik Momy. Bentuknya sudah tidak karuan. Terlipat-lipat dan kusut.

“Dibuang saja deh.” Momy memutuskan membuang kertas itu.

Jam setengah lima, ada suara berdebam-debam dari tangga. Momy sedang asyik di dapur. Memasak buat Dady yang sebentar lagi kembali dari kantor. Celemek Momy sangat cantik. Berwarna dasar coklat muda dan bergambar aneka bentuk.

“Momy. Lihat kertasku nggak?”

“Kertas apa?”

“Itu yang ada gambar robot transformer.”

“Nggak tuh…”

“Ah, Momy. Pasti lihat!”

“Loh kok pasti?”

“Soalnya nggak ada di kasur.”

Momy terdiam.

“Ooo…itu. Kertas kusut itu. Udah Momy buang. Barusan dibawa Bi Tati ke tong sampah.”

“Yaaa. Kok Momy buang sih?” Muka Dion berubah panik.

“Memangnya kenapa, Nak? Duuh Momy jadi bingung.”

“Itu kan…kan…tugas dari Bu Nina. Gambar yang paling keren, akan dapat hadiah yang keren juga.”

“Olala! Bi Tatiii.” Giliran Momy yang panik. Tidak ada jawaban dari Bi Tati. Mau tak mau, Momy berlari keluar rumah.

Hujan ternyata deras sekali. Momy berlari cepat menuju bak sampah. Dion bingung, mau keluar atau tidak? Agak lama Momy kembali ke teras rumah. Dion kasihan melihat Momy.

“Momy, maaf ya.”

Wajah Momy terlihat menyedihkan. Penuh air. Rambut Momy basah kuyup. Di tangan Momy ada sebuah kantong kresek berwarna putih. Ukurannya agak besar.

“Dion, maaf ya. Terlambat. Mungkin isinya sudah kena air hujan.”

Dion terdiam.

“Momy yang salah Dion. Nggak tanya dulu. Tadi kertasnya kusut, tidak jelas bentuknya. Jadi Momy pikir tidak perlu.”

Dion diam, terus diam. Dia melangkah ke dalam dan naik ke tangga. Momy benar-benar merasa bersalah.

Malamnya, Dion tidak turun dari kamarnya. Momy sudah bercerita pada Dady tentang masalah tadi.

Keduanya naik ke tempat lantai atas, ke kamar Dion.

“Dioonn…Momy dan Dady masuk ya.”

Gerendel pintu terbuka. Dady dan Momy melangkah perlahan. Cahaya lampu masih terang benderang. Dady memandang Momy. Momy pun begitu. Keduanya melangkah menuju tempat Dion.

Dady menggotong tubuh Dion yang tertidur di meja belajar. Ternyata ia masih berseragam kotor tadi. Dady tersenyum melihat kejorokan Dion yang sangat terkenal seisi rumah ini.

Namun, Momy trenyuh melihat selembar kertas bergambar robot transformer. Ya Allah, semoga besok Dion berhasil mendapatkan yang dia impikan.

-bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s