[Naskah] Novel Anak-1 Dion dan Keajaiban di Celemek Momy

“DION DAN KEAJAIBAN DI CELEMEK MOMY”

Oleh: Novi Nine

Bab-1. BOCAH GANTENG TAPI IIIH…JOROK!

“Dioon…jangan lupa bereskan tempat tidurmu ya!”

“Dioon, kaus kakinya kok nggak ketemu sebelah? Di mana kamu taruh, Nak.”

“Ya ampun, ini bekel nasi kok diumpetin di bawah kolong kasur? Dah jamuran kan!”

Itu baru tiga lengkingan Momy di awal pagi. Kata Bi Tati, meskipun Dion sudah berangkat ke sekolah, lengkingan Momy pasti terus bertambah. Untung tidak mengeluarkan asap, kalau tidak, kan, seperti kereta api dong!

“Hai, teman-teman lihat sepatu Dion. Ha-ha-ha-ha, sebelah merah sebelah biru.”

Spontan seisi mobil jemputan melirik ke arah kaki Dion. Bahkan, Jimi, si keriting asli Ambon sampai meninggalkan kursinya hanya untuk memastikan lengkingan Robi tadi.

“Ha-ha-ha, si Dion parah. Paraah!” Jimi tertawa lebay.

Dion kaget dan malu sekali dengan tudingan Robi. Wajahnya yang ganteng,  jadi mengerut. Apa kata dunia? Bocah terganteng versi Majalah Kesayangan Bunda 2011 ini merapatkan kedua kakinya. Dia tidak ingin Pak Jito, supir jemputan mereka juga ikut-ikutan menertawakannya.

Alhasil, Dion harus jadi olok-olokan sepanjang perjalanan.

Itulah Dion. Siswa SD Elang III kelas 5, yang super duper jorok.

Sebenarnya dia tidak jorok seperti pemulung yang setiap hari membongkar-bongkar isi tong sampah milik orang lain. Lalu, mengoreh-ngoreh sampah yang tercampur aduk hingga menemukan satu gelas plastik bekas minuman. Atau, sekedar mencari botol-botol kaca, botol-botol plastik, kotak-kotak kardus, yang semuanya bisa ditukar dengan uang. Bukan!

Dion termasuk perlente, selalu memerhatikan penampilannya. Hanya saja selaluu saja ada yang kurang. Kaos kaki yang sudah kotor dan bau akibat bermain bola, digeletakkan di tempat tersembunyi selama berhari-hari. Nanti yang menemukan biasanya Momy. Dan Momy akan melengking seperti pagi ini.

“Aku kan suka sama kaus kaki itu, My.” Begitu alasannya.

“Lupa, My.” Ini seribu alasan yang lain.

Momy biasanya pasang gaya pingsan setiap kali menemukan kaus kaki bau nan kotor bin jorok milik Dion. Apalagi kalau Momy tahu Dion memakai kaus kaki itu berulang kali.

“Dion, kamu itu kaver boy majalah , Nak. Maluuu.”

-bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s